Sa'i Dalam Promil

Mari Bersa’i Mencari Ridho Illahi

Alkisah beribu-ribu tahun yang lalu di padang pasir yang tandus tidak berpenghuni, tidak ada tumbuhan, tanpa air dan tanpa adanya makanan. Manusiawi jika seorang ibu yang ditinggalkan suaminya di tempat seperti itu akan merasa kehilangan harapan, ketakutan, cemas dan mungkin depresi.

Tapi apa yang dikatakan Hajar radhiallahu anha istri dari Nabi Ibrahim ‘Alaihi Salam menggetarkan jiwa, “Apakah Allah yang memerintahkan Anda berbuat semacam ini?” Ibrahim ‘Alaihi Salam. menjawab: “Ya.

Hajar berkata: “Kalau demikian, pastilah Allah tidak akan menyia-nyiakan nasib kita.

Sama seperti pasangan suami istri yang bertahun-tahun tak kunjung diberi keturunan. Cemas, depresi, takut, putus asa bahkan frustrasi ketika banyak ikhtiar sudah dicoba dan tidak membuahkan hasil.

Tapi kadang kesulitan malah membuat kita semakin jauh dari tawakal. Malah mempertanyakan ujian Allah. “Kenapa aku ya Allah? Kenapa harus seperti ini ujiannya? Padahal Kau izinkan yang lain lebih mudah untuk punya anak?” kurang lebih itu yang terlintas di hati saya yang kurang bersyukur.. :)

Kisah Hajar yang sa’i (lari-lari kecil) itu menurut saya kaya akan hikmah. Hajar tidak pernah tahu kapan dan dimana pertolongan Allah akan datang. Hajar optimis Tuhannya akan menolongnya tapi rasa optimisnya tidak menghentikan Hajar untuk tetap berikhtiar.

Sama seperti perjalanan untuk bisa memiliki anak yang sehat, mungkin sudah banyak ikhtiar yang dicoba. Dari satu pengobatan ke pengobatan yang lain. Dari satu obgyn ke obgyn yang lain. Jangan pernah berputus asa…

Juga jangan berhenti menyempurnakan ikhtiar. Karena tugas kita hanya terus berlari kecil. Sisanya serahkan pada Allah. Jika nanti kita berhasil ingat itu semua kehendak Allah bukan pengobatannya yang hebat, bukan obatnya yang luar biasa. Tapi itu karena Allah izinkan kita berhasil dengan cara itu.

Seperti firman Allah ketika mengabarkan kabar gembira kepada Nabi Ibrahim dan Sarah istrinya. Perbincangan malaikat dengan nabi Ibrahim tentang isterinya yang akan hamil diabadikan dalam Al Qur'an surat Al Hijr ayat 52 sampai 56:

Mereka menjawab : "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu termasuk dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa". (Al Hijr: 55)
Ibrahim berkata: 'Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang sesat". (Al Hijr: 56)

Semoga dalam perjuangan kita untuk mendapatkan keturunan tidak akan membuat kita berputus asa ya… aamiin. Tapi jika Allah berencana lain, semoga Allah gantikan kesabaran kita dengan pahala yang baik di sisi Nya :) insya Allah

Comments

Popular posts from this blog

Prolog

Mitos Program Hamil Bikin Keki